Dia Terhunus dalam Perang suci
Berharap tetap tegar
Namun ia Limbung
Limbung Di pelukan bumi
Wajah tengadah
Menatap indah langit
Bibirnya sumringah
Dalam sakaratulmaut
Ia bersenandung parau
Penuh melodi cinta
LailahaillALLAH
Muhammadarrasulullah.
Darah segar mengalir
Mensucikan Bumi Allah
setiap tarikan Ruh
adalah penantian panjang
untuk segera bersua
Pada sang maha PenCinta
ALLAHUAKBAR!
Dalam Kedipan terakhir
Ia tersenyum beku,
Tak terlukis indahnya paras,
Berserinya ia dikegelapan sahara
Langit telah
lama menunggu pejihad suci,
membuka lebar bagi sucinya ruh,
Yang berjihad demi ALLAH.
kini iaTelah kembali dipelukan sang
Haliq





Tidak ada komentar:
Posting Komentar