Abis baca-baca buku, eh ketemu sebuah tulisan yang menuliskan berbagai macam manfaat dari membaca. Sepertinya menarik juga, coz tanpa sadar ternyata memang bener juga apa yang ditulis itu. salah satunya disitu tertulis bahwa dengan membaca bisa menghilangkan kecemasan dan kesedihan.
Kalau lagi sedih atau stress biasanya inilah yang saya lakukan, mencari obat pereda dan penyembuh stress, bukan kedokter, bukan konsultasi, bukan minum obat penenang atau malah narkobaan “na’udzubillahimindzalik” yaitu =>Membaca Buku hehe.... “buku, jadi pelampiasan”. Yach habisnya memang manjur si obatnya. Apalagi kalau bukunya itu bagus, penuh kata-kata bijak dan motifasi.. yakin deh stress bakalan hilang dengan sendirinya dan kita jadi punya nilai plus yakni jadi tambah deh ilmu dan semangat kita .... “InsyaALLAH”.
Langsung aja ya kita View manfaat Membaca :
1. Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan, dan kesedihan.
2. Membaca dapat menghindarkan sesorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
3. Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang mengangur dan tidak memiliki aktivitas.
4. Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balaghah fashahah.
5. Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani.
6. Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
7. Dengan membaca, orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain.
8. Menambahkan keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan muslim. Sebab buku merupakan: pemberi nasehat yang paling agung, pendorong jiwa yang paling besar, dan penyuruh kepada kebaikan yang paling bijaksana.
9. Membaca dapat membantu pikiran lebih tenang, membuat hati lebih terang, dan memanfaatkan waktu agar tidak dibuang percuma.
10. Membaca dapat membantu memahami: proses terjadinya kata secara lebuh detail, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk memahami apa yang ada dibalik tulisan.
Referensi: Dr. Aidh al-Qarni. Latahzan. Jakarta: Qisthi Press 2004
*Terimakasih Sudah Membaca Ilmu ini..^^. Semoga Bermanfaat*





Tidak ada komentar:
Posting Komentar