Biarkan besi bergantung pada benang.
Biarkan Bumi berputar pelan ...
Biarkan rembulan redup ...
Biarkan Bintang tak berkelip ...
Biarkan matahari tah bercahaya ...
Dan biarkan aku tak bernafas
Biarkan aku mematung ....
Biarkan aku bungkap ...
Biarkan aku kaku ...
Biarkan aku mencair ...
Biarkan para pejabat kering ...
Biarkan pemulung kenyang ...
Biarkan fakir bersedan ...
Biarkan Pejabat merangkak ...
Biarkan ulama diceramahi ...
Biarkan preman berkhutbah
Biarkan balita hamil ...
Biarkan Lelaki bersanggul ...
Biarkan wanita berotot besi ...
Biarkan Bayi berlari ...
Biarkan Orang tua merengek ...
Siapa peduli
Pada besi yg bergantungan pd benang
Siapa peduli
Pada aku yg mencair
Siapa peduli dengan keterbalikan dunia
yang sudah permisi lewat.
Tak ada yang peduli ...
Tak satupun yang peduli ...
Ketika Aroma Keberakhiran mulai terhirup ...
Ketika Setan mulai Merdeka.
Dan dajjal Mulai tak sabar mendarat.
Siapakah yang Peduli!!!!!!!!
Aku, kau, mereka? Atau Siapa?
Helloooo ....
Kau yang disana? Pedulikah?
A Ha..
Dunia sendiri terlalu tua,
untuk peduli pada tanah ..
yang menyabetnya retak ...
Dan terlalu bongkok
Menopang kita dengan beratnya dosa” !






Tidak ada komentar:
Posting Komentar