Betapa sedihnya aku melihat 6 kucing kesayanganku mulai pergi satu persatu meninggalkan ku. Entah apa penyebabnya. Padahal mereka tampak sehat. Sekarang tinggal 2 ekor dan itupun satunya sakit. Yah Alhamdulillah, aku tetap bersyukur mungkin ini lebih baik dari pada ia harus bertahan didunia yang sudah sesak dengan kemaksiatan manusia. Tapi yang membuatku lebih tertegun dan membuat semua ini menjadi sebuah renungan adalah “huufh rasanya belum bisa di ungkapkan dengan kata-kata”.
Sudah 1 minggu kucing itu sakit, sudah 1 minggu juga dia tidak makan, sudah berbagai cara juga sudah dilakukan agar kucing kesayangan ku itu bisa bertahan. Dalam hati ku berkata “ Ya Allah jika kucing ini memang sudah ingin meninggalkan dunia ini, maka cepatkanlah proses kematiannya”. Dan suatu sore aku tak sengaja melihat kucing itu begitu kesakitan. Ia menggelepar gelepar, berguling, mengeong, dan membenturkan badannya kelantai, ku kira dia sudah mulai bisa bersemangat dan berjalan. Tapi ternyata tidak, tingkahnya begitu aneh. Tersentak ku bergegas mengatakan kepada ayah ibu ku “ pa...k, ibu...., ada apa dengan kucingnya?’’ kenapa aneh sekali. Kenapa kucingnya menggelepar-gelepar.
“Udah nggak papa nduuk, “kata bapak” kucingnya memang sudah akan mati. “
“Begitu sakitkah pak, sampai kucingnya membenturkan badannya?”.
Yah nggak papa ndok, ini pelajaran buat kita. Kucing saja yang tidak punya dosa begitu sakit meninggalkan dunia. Apa lagi manusia yang begitu banyak dosa...
Baru kali ini aku melihat bagamana seekor kucing meninggalkan dunia ini. Entah apa yang aku pikirkan, aku benar-benar tak tega melihatnya, rasanya ia begitu sakit. Begitu sakitkah pengahiran nyawa seekor kucing kecil yang tak berdosa? Bagaimanakah lagi kita yang punya banyak dosa? Air mata ku pun meleleh mendengar kedua orang tuaku menasihatiku....
Sebuah renungan, tidak cukup hanya di renungkan, sebuah introspeksi diri untuk menjadi diri lebih baik. Pernahkah kita terbayangkan begitu sakitnya kucing kecil yang tak bedosa meninggalkan dunia ini, itu baru seekor kucing yang tak berdosa, bagaimana kita nanti? Belum lagi kita mempertanggung jawabkan amalan yang telah kita perbuat? Sudah cukupkah amalan kita untuk perbekalan kita di alam kubur dan akhirat? Sudahkah kita berbuat baik? Sudahkah mata, lidah, telinga, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh kita berbuat dalam kebaikan? Pantaskah kita sakaratulmaut dengan baik, jika amalan kita tidak cukup? Banyak sekali pertanyaan yang mesti dipertanyakan kepada diri kita sendiri.
Wallahualambisawaf. Semoga kita selalu dilindungi oleh ALLAH dan selalu berada di jalan lurusnya. AMIN.
Ingatkah ketika Rasulullah SAW. Sakaratul maut? Yahpz betul sekali!!! ALLOHUMMASOLI’ALAMHAMMMAD. Bahkan beliau saja yang sudah suci hatinya dan dijanjikan masuk surga begitu merasa kesakitan ketika malaikat maut mulai mencabut nyawanya. Tapi tenang, tenang, jangan buat ini semua menjadi suatu ketakutan yang membuat kita justu semakin melemah dan menyerah dalam hidup. Buat ini semua sebagai motivasi kita untuk terus menyempurnakan ibadah, dan tetap berprasangka baik pada ALLAH. ^^






ceritanya sama dengan kucing2ku, kucingku jg dulunya 6 dengan ibunya, tp mereka mati pergi mninggalkan satupersatu, kucingku jg pas mau sakaratul maut tingkahnya seperti itu,kucingku mati jam 3 subuh, dia sakit. ya Allah sedihnya hatiku melihat kejadian itu :(
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSy pun begitu ,baru siang ini sy temani kucing saya yg sakit bgtu dia sdh gemetar seluruh tubuh sampai kepala sy melihatnya scr langsung sakaratul maut seekorkucing kecil kejang" sampe sy pun sesegukan melihatnya tp itulah sdh takdir Allah semua kembali ke pemilik yang Maha Pemilik segalanya. Kucing sy sdh sembuh untuk selama"nya
BalasHapus