Kamis, 15 September 2011

Buang Prasangka Buruk!



Hanya bisa menilai orang, memperhatikan orang dan berprasangka yang nggak-nggak dengan orang lain. Dalam hati biasanya ngeritikin ini dan itu, apa lagi kalau orang itu pernah bersalah dan ketahuan banyak salah, tiba-tiba aja tu ya, sihati yang hitam terus berprasangka buruk apalagi kalau ditambah dengan penampilan ala preman kelas teri. Hemmm ... sedikitpun prasangka buruk kayaknya nggak bakalan nemplok dihati. Itu yang dialami kebanyakan orang saat ini. termasuk aku juga kali yah.....yah percaya nggak percaya memang itu yang terjadi ya nggak si?.  Akibatnya bukan mengambil pelajaran dari kesalahan orang kalau memang salah, malah sibuk mengecap orang sebagai ini dan itu. wal hasl mulut ini bisa mengeluarkan produk jelek, atau ngomongin orang alias ghibah. “Naudzubillah mindzalik”
widih ngaca dulu dong boss kalau mau ngeritikin orang!
Berkaca! Yah pantes banget buat kita-kita ni. Jangan sampai kalau kita ngeritikin orang atau berprasangka buruk dengan orang , apa yang dikritikin sebenernya malah terjadi sama kita sendiri. Bisa berabe kan? Malu mas, mbak, Dek. “fakkir kobla anta’dzim” translatenya berpikirlah sebelum bertindak” .nah mahfudzot ini pas banget ni buat kita yang sedang dirundung firus ngeritikin en berprasangka yang nggak-nggak sama orang lain. Berpikirlah dulu tentang diri kita apakah tindakan atau ucapan yang akan kita sampaikan bakalan sesuai dan pas dengan keadaan kita sekarang? Nah kalau udah pas baru lah kita bisa berkritik.
Penampilan bukan segalanya. Setujukan? Yeah pastinya setuju. Preman atau anak Emo and mohak sekalipun yang udah dicap sebagai pencemar lingkungan or anak nakal bukan berarti dia nggak punya hati nurani yang senantiasa menumbuhkan kebaikan. NO.. NO .. NO .. Ingatkan dengan sebuah hadis yang menyatakan bahwa seorang anak terlahir dengan keadaan Fitrah? Nah ini dia jadi patokan kita. Biar gimanapun mereka tetap anak yang punya benih kebaikan... cuman mungkin belum dipupuk aja, sehingga numbuhnya lama atau bisa-bisa nggak numbuh-numbu. “jangan deh ya....”
He,,, Intinya tetap jaga prasangka baik agar tetap ada dalam hati kita dimanapun berada. Buang prasangka buruk karna akibatnya banyak mudhorot yang bisa membawa kita kelembah Dosa. Eiiits bukan berarti kita gak pernah memunculkan prasangka buruk ya... prasangka buruk boleh ada ketika dalam kodisi membutuhkan, contohnya saat “tertangkapnya maling Mobil yang udah jelas-jelas didepan mata” ... haha kalau prasangka baik yang timbul itu mah kelewat baik, hebat and super duper hebat. merelakan kalau mobilnya dibawa lari orang... hehe..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar