Hanya
bisa menilai orang, memperhatikan orang dan berprasangka yang nggak-nggak
dengan orang lain. Dalam hati biasanya ngeritikin ini dan itu, apa lagi kalau
orang itu pernah bersalah dan ketahuan banyak salah, tiba-tiba aja tu ya,
sihati yang hitam terus berprasangka buruk apalagi kalau ditambah dengan
penampilan ala preman kelas teri. Hemmm ... sedikitpun prasangka buruk kayaknya
nggak bakalan nemplok dihati. Itu yang dialami kebanyakan orang saat ini.
termasuk aku juga kali yah.....yah percaya nggak percaya memang itu yang
terjadi ya nggak si?. Akibatnya bukan
mengambil pelajaran dari kesalahan orang kalau memang salah, malah sibuk
mengecap orang sebagai ini dan itu. wal hasl mulut ini bisa mengeluarkan produk
jelek, atau ngomongin orang alias ghibah. “Naudzubillah mindzalik”
widih
ngaca dulu dong boss kalau mau ngeritikin orang!
Berkaca!
Yah pantes banget buat kita-kita ni. Jangan sampai kalau kita ngeritikin orang
atau berprasangka buruk dengan orang , apa yang dikritikin sebenernya malah
terjadi sama kita sendiri. Bisa berabe kan? Malu mas, mbak, Dek. “fakkir kobla
anta’dzim” translatenya berpikirlah sebelum bertindak” .nah mahfudzot ini pas
banget ni buat kita yang sedang dirundung firus ngeritikin en berprasangka yang
nggak-nggak sama orang lain. Berpikirlah dulu tentang diri kita apakah tindakan
atau ucapan yang akan kita sampaikan bakalan sesuai dan pas dengan keadaan kita
sekarang? Nah kalau udah pas baru lah kita bisa berkritik.
Penampilan
bukan segalanya. Setujukan? Yeah pastinya setuju. Preman atau anak Emo and
mohak sekalipun yang udah dicap sebagai pencemar lingkungan or anak nakal bukan
berarti dia nggak punya hati nurani yang senantiasa menumbuhkan kebaikan. NO..
NO .. NO .. Ingatkan dengan sebuah hadis yang menyatakan bahwa seorang anak
terlahir dengan keadaan Fitrah? Nah ini dia jadi patokan kita. Biar gimanapun
mereka tetap anak yang punya benih kebaikan... cuman mungkin belum dipupuk aja,
sehingga numbuhnya lama atau bisa-bisa nggak numbuh-numbu. “jangan deh ya....”
He,,,
Intinya tetap jaga prasangka baik agar tetap ada dalam hati kita dimanapun
berada. Buang prasangka buruk karna akibatnya banyak mudhorot yang bisa membawa
kita kelembah Dosa. Eiiits bukan berarti kita gak pernah memunculkan prasangka
buruk ya... prasangka buruk boleh ada ketika dalam kodisi membutuhkan,
contohnya saat “tertangkapnya maling Mobil yang udah jelas-jelas didepan mata”
... haha kalau prasangka baik yang timbul itu mah kelewat baik, hebat and super
duper hebat. merelakan kalau mobilnya dibawa lari orang... hehe..






Tidak ada komentar:
Posting Komentar