Jumat, 09 September 2011

Bersyukur ...


Subuh-subuh udah salting sendiri gara-gara disapa sama angin pagi yang dingin wuuuusshhh “dinginnya seperti mencium pipiku yang halus” haha,,, pagi-pagi udah dicium sama udara pagi. Baru saja sampai halaman depan tiba-tiba bibirku merekah lebar “Ciiiiiizzzz J”. Tenyata ada yang tersenyum padaQ, ada malaikta-malaikta pagi yang tak tembus pandang, tumbuh-tumbuhan kecil semak, rumput-rumput, bunga, yang tak kuketahui bagaimana cara mereka memberikan senyuman kepadaku, yang pasti aku merasa sedang membalas senyum mereka. Real !
Sampailah aku didepan jalan. Pepohonan, jalanan aspal, awan tenang yang belum berarak, dan seluruh alam benar-benar menyorotkan pandangan kepada sesosok wanita kurus, jangkung yakni aku...” ah apa yang mereka perbuat??? Aku benar-benar jadi senyum-senyum sendiri...untung nggak ada yang ngeliat,  kalau ada bisa dikatain orang Gila... haha syukurlah”. Sadar, ternyata senyuman ku ini penuh arti. Mereka sedang mengajakku bersyukur dan menikmati damai, Indah dan tenangnya mereka yang diciptakan olehNYA “ ALLAH”. Mereka menyadarkanku untuk bersyukur karna masih bisa menikmati indahnya mereka, merasakan kedamaian, yang pasti bisa semakin menambah ketakwaan. Amiin... Mereka mengingatkanku lagi akan kebesaran ALLAH yang hampir saja ku lupakan. 
Benar-benar pagi itu aku merasakan kedamaian sudah lama  tak ku dapat. Jadi ingat surrah arrahman “Fabiayyiala irobbikuma tukadziban” nikmat manakah lagi yang kamu dustakan. Ya ALLAH maafkan aku. Yang jarang merenungi dan mentadaburi nikmat dan ciptaanmu, hingga ketakwaanku tak kunjung meningkat!! “Astaghfirullah”.
Yah memang jadi manusia nggak boleh luput dengan yang namanya bersyukur, nggak bisa bayangin juga kalau satu nikmat yang ALLAH berikan itu dicabut. Contohnya aja nikmat melihat. Dunia ini bakalan terasa sepi dan tak indah, karna hanya melihat melihat hitam. So, meski bersyukur ni.............. ALHAMDULILLAH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar