Jumat, 17 Februari 2012

pagi itu

         

       Pagi itu ...
Rinai Embun yang bertebaran lembut masih terdiam,
Mengusap lembut tubuh ku...
Sesaat kemudian
Mentari mulai menjuntaikan sinarnya yang lembut
Menyibak kulit wajahku yeng peka
Membuat mataku berkerip tak seimbang

Sebaris syukur kucoba rekatkan
Coba kuleburkan seluas-luasnya  kedalam dada
 berharap meleburkan kesombongan yang kokoh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar