Pagi itu ...
Rinai Embun yang bertebaran lembut masih terdiam,
Mengusap lembut tubuh ku...
Sesaat kemudian
Mentari mulai menjuntaikan sinarnya yang lembut
Menyibak kulit wajahku yeng peka
Membuat mataku berkerip tak seimbang
Sebaris syukur kucoba rekatkan
Coba kuleburkan seluas-luasnya kedalam dada
berharap meleburkan kesombongan yang kokoh






Tidak ada komentar:
Posting Komentar