Jumat, 17 Februari 2012

kecewa pada "LAMPU HIJAU JALANAN"


mbah google poenya

Lalu lintas sudah sesak. Kesesakannya ditambah lagi ketika hari jum’at tiba, yakni jum’at siang. Jum’at siang adalah waktu dimana umat meslim meski menunaikan kewajibannya sebagai umat islam yakni menunaikan solat Jum’at berjama’ah dimasjid. Karna sebagian masyarakat kalimantan barat beragama Islam, maka hampir seluruh instansi, tempat kerja lembaga dan aktivitas lainnya harus menunda kerjanya atau mempercepat jam kerja dan pulang lebih awal dari hari-hari biasanya. Begitu sesaknya jalan, dan begitu teriknya matahari kala itu membuat para pengendara harus ekstra sabar dalam menempuh perjalanan pulang.
Jalan utama adalah jalan yang dipilih pengendara untuk segera sampai tujuan. Sebuah harapan kecil tapi berarti besar, berarap bisa cepat meregangkan otot-otot dan bergegas menuju masjid bagi yang muslim. Berhadapan dengan lampu merah, dan menuggu bertemankan teriknya matahari sudah terbayang bayang dalam benak. Berharap lampu merah selamanya akan hijau. Tapi itu ternyata tidak mungkin, hidup ini haruslah adil. Maka jalan juga harus adil seseuai ketentuan dan rambu lalu lintas, harus adil pula.
Tanda lampu merah sudah didepan mata, dan tak pantas bagi manusia yang tak buta warna untuk terus melaju seperti dikejar setan. Menunggu dan berpanas ria pun tiba ... tik... tik ... tik .... iyah sebelah sana sudah lewat. Tik ... tik ... tik ... iya alhamdulillah dijalan depan juga sudah berlalu. Saatnya sabar menanti. Tik ... tik... tik .... Alhamdulillah hijau... dan prit.. prit..prit, suara peluit polisi menandakan bahwa barisan kami harus terlewatkan dan diganti dengan barisan berikutnya... ooh tidak! Ternyata dengan terpaksa kami harus melewati jalan tidak searah dengan perjalanan pulang...
Terdengar bisik-bisik hujatan pengendara, mengungkapkan kekecewaan. Yah wajar memang, bagaimana tidak? Ternyata setelah sekian lama menunggu lampu hijau, kami sebagai pengendara harus dengan rela mencari jalur lain untuk dilewati... Yah sedikit kecewa. Tapi dimaklumi mungkin karna jalan yang terlalu padat, jadi jalan jurusan kami haru dikorbankan demi lancarnya perjalanan.
Baiklah, semoga masyarakat yang lain dapat memaklumi. Tapi sungguh tidak adil jika perlakuan ini terus dibiarkan. Akan ada ketidak adilan yang menonjol! Toeng!
Peraturan yang sudah di rubah mendadak! lampu hijau sudah nggak ada gunanya lagi! Mengejutkan! Kacau jalanan ini...
Berharap ada kebijakan lain yang lebih baik. Huuufh indonesiaku, manasi yang gak kacau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar