Rabu, 11 Februari 2015

menunggu wajah syahdu


Ada bias warna indah syahdu diraut wajahmu  
Syahdu semakin menentramkan
 tak temaram termakan hingar bingar dunia
Menjaga kesucian diantara noda-noda yang berlomba-lomba melangit
Mengajarkan hidup, diantara intuisi insan yang kian mati
Bersabar mendulang karya penuh Cinta
Walau tak peduli terkangkang manusia
Tetap meniti setiap langkah, penuh Cinta

Kamu? Siapakah itu?
Semoga tak hanya sejejak kaki  jasad yang tak bisa disapa
Dan semoga masih ada, Sosok insan perindu jalan syurga
Jalan-jalan penuh duri yang blum sanggup kunikmati,
Sendiri...

Tanpa kawan, Tanpa pegangan,
Karna aku masih takut pula
Sendiri....

Tanpa sahabat, tanpa pundak,
Yang tak akan pernah berjalan dan menikmati surga
Sendiri...

Agar syurga menjadi kediaman
aku, kamu dan kita 


*awalnya gak bermaksud ke arah sono, eh salah fokus pula... :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar