Sabtu, 28 Februari 2015

Saksi Embun

Embun masih bergelayut
Menahan jatuh pada dedahan,
dedaun diamana ia terpaut
Hanya itu yang berusaha ia perbuat, di dingin pagi yg melekat
Agar pagi terasa mersra, sejuk nan mempesona








Tahukah sesungguhnya untuk apa ia tertahan? 
ia selalu rindu dan menunggu manusia
menanti detik-detik tersibak arus pergi
dengan jiwa-jiwa yang bersibuk-sibuk saat pagi
kemudian embun akhirnya gemercak jatuh, lenyap tersapu ardun
usai sudah tugasnya, menyimpan jejak para pengrajin pagi
berberkah-berkah mencari rizki dipagi hari

#kalasemuamenjadisaksi

Selasa, 24 Februari 2015

Cerita Senja

Pic. dimatalensa


Senja, lagi-lagi bercerita pada dunia,
Ia tak tega mengantarkan malam pada manusia
Karena manusia banyak lupa,
Bahwa malam adalah gelap
Bahwa gelap adalah penghantar untuk sembunyi
Sembunyi dari para penjelma penjelma syaitan durjana
Ia... sembunyi dari mata jelalatan
Yang haus pada kemaksiatan

Sungguh, senja mengantar malam untuk gulita datang
agar manusia ibdah menguatkan ruhy tidak diketahui selain ilahi
untuk itu harusnya malam datang...
tapi manusia banyak yang lupa dan melupakan
Bahwa dengan malam, Rabbnya akan datang

Itu curahan senja yang tak tega melihat malam
Dan demikianlah senja, senja tetaplah senja penghantar malam dan setia pada takdir
Dan malampun hanyalah malam, taat patuh pada ilahi
Pun tertakdir  menjadi saksi untuk melihat polah manusia yang semakin keji

Cinta disini Saja


Cinta disini saja ya..
Agar tak ada yang mengganti selain cinta pada Ilahi,
Cinta teruslah menemani
Hingga surga termiliki

Rabu, 11 Februari 2015

menunggu wajah syahdu


Ada bias warna indah syahdu diraut wajahmu  
Syahdu semakin menentramkan
 tak temaram termakan hingar bingar dunia
Menjaga kesucian diantara noda-noda yang berlomba-lomba melangit
Mengajarkan hidup, diantara intuisi insan yang kian mati
Bersabar mendulang karya penuh Cinta
Walau tak peduli terkangkang manusia
Tetap meniti setiap langkah, penuh Cinta

Kamu? Siapakah itu?
Semoga tak hanya sejejak kaki  jasad yang tak bisa disapa
Dan semoga masih ada, Sosok insan perindu jalan syurga
Jalan-jalan penuh duri yang blum sanggup kunikmati,
Sendiri...

Tanpa kawan, Tanpa pegangan,
Karna aku masih takut pula
Sendiri....

Tanpa sahabat, tanpa pundak,
Yang tak akan pernah berjalan dan menikmati surga
Sendiri...

Agar syurga menjadi kediaman
aku, kamu dan kita 


*awalnya gak bermaksud ke arah sono, eh salah fokus pula... :D

Selasa, 10 Februari 2015





Oh Allah..Aku masih menipu diriku,   
mengaku ngaku menghamba tanpa jeda
Ah, menghamba menghamba darimana?
Ternyata  yang kubuat adalah bertubi-tubi dosa
Lagi dan lagi aku mendustai diriku
Berkoar menjaga agamaku, namun ternyata aku hanya berpangku
Berpangku membatu tanpa malu dihadapanMu

Qolbu merintih menahan perih
Meronta menyibak tebalnya dosa
Sungguh aku Sadari semua
namun tak jua aku segera berkarya pahala
Dosa, Dosa dan Dosa
Dan lagi kukumpulkan hingga merangkak
Dosa, Dosa dan Dosa
Yang lagi ku pintal tanpa jeda, Hingga segunung

Ah.. Kesal! Pada diri yang terus begini

Dan akhirnya hanya bisa berkata
Untukmu Qolbu yang menanti indahnya Cinta dan Menghamba
Yang merindu langkah meniti surga
Bersabar dan bertahanlah hingga CintaNYA ku dapat
Mungkin ini sebab kita tak ingat Doa, karna asik bermanja-manja pada dosa
Yah, Do’a.. Do’a... pembangkit jiwa untuk segera menghamba .







Jumat, 06 Februari 2015

ini horor akhy

 
Ini horor akhy ..
Saat kau selinapkan kata menusuk kalbu
Dan kau sematkan pada sejejer kata  yang tak mengerti ada apa?
Tapi bagaimana jika ia menjadi saksi, senyum-senyum licik antara nafsu buta ?
Pula siap siaga melapor dihadapanNya.

Ini horor akhy ...
Sebab sedikit ku tau bagaimana engkau sekarang
Yang ku tahu seharusnya kau tau bagaimana cara memuliakan dan menjaga Cinta
Terbias dalam raga dan berhati-hati ketika berkata pada wanita

Ini horor akhy
Bagiku yang hanya ingin menjaga dari kerontangnya hati yang kian menganga
Masih mendaki menemukan serpihan cinta yang menguji jiwa
Tetiba karnamu aku terperosok, terjatuh, tertipu pada indah
Namun ternyata mengadah murkaNya

Ini horor akhy ...
Dan pada akhirnya Sebuah pesan ku layangkan; “kata-kata antum lebih baik ana tu berdarah-darah akhy”
Hanya tak kuat jika nantinya harus berdarah-darah mengumpulkan serpihan Cinta dihadapanNYA..
Karna hati ini masih tipis
pun berserakan