Selasa, 15 Januari 2013

Biar!




Biarkanlah ...
para koruptor tertidur pulas dijeruji leot
Bebas keluar merobek penjara
Hasil Kongkalikong, para oknum amatiran yg penuh suapan jahannam

Biarkan lah lah
Mentri, pejabat pemerintahan mengemis bringas
Pada rakyat busung yang meranggas kurus
Berdiri angkung dibawah keserakahan, Tanpa Malu

Biarkanlah ...
Bocah-bocah langit terjebak, belajar dari preman-preman pasar kelas terasi
Yang Entah berantah kemana nasibnya akan berlabuh

Biarkanlah lah lah lah
Banyak pulau terpojok disudut gelap negri
Dan terculik pasrah diPelukan Negri orang
Dan Indonesia hanya ditinggalkan jejak teriakan galau
“ Wadau gawat pulau saya dicaplok lagi”

Biarkan lah lah lah lah
Biarkan saja Semua berlalu,,,
Kan?
Untuk kau yang punya hati beku,
sebeku es kutub yang tersimpan dikulkas kutub utara

Biarlah Siapakah yang benar-benar peduli?
Dengan Nasib Bangsa yang terus saja meraung
Memohon kesejahteraan, keadilan, dan kedamaian Tertancap kokoh diNegri dan pulau ini

Cungkan, siapa yang benar-benar peduli pada nasib negri!
Tidak juga kau, bahkan aku, kan?

Cungkan,!!
Duhai hamba Tuhan yang diberi anugrah hati, berhati emas 24000 karat.
Dimana engkau benar-benar dipercaya Allah untuk menjaga Bumi Allah ini.
Dimana aksimu hingga tega membiarkan Indonesia dan pulau kita terpuruk.
Negri kita terlalu kacau
Untuk Presiden yang berdiri tegak menyapu problematika Negri dan pulau ini sendiri
Bahkan Pulau ini semakin galau berat
Untuk bertahan dibawah pemimpin pembohong

Yah .... Ini secuprit kisah Indonesia dan pulau zamrudku yang penghuninya tak peduli pada nasib Negrinya sendiri.
Kita tak bisa bergerak sendiri,
Untuk menghadapi keterpurukan ini
Bersama intuisi suci yang dibiarkan merekah tanpa penghalang....
kita berjuang.
Duhai Anak Bangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar