para koruptor tertidur pulas dijeruji leot
Bebas keluar merobek penjara
Hasil Kongkalikong, para oknum amatiran yg
penuh suapan jahannam
Biarkan lah lah
Mentri, pejabat pemerintahan mengemis bringas
Pada rakyat busung yang meranggas kurus
Berdiri angkung dibawah keserakahan, Tanpa
Malu
Biarkanlah ...
Bocah-bocah langit terjebak, belajar dari
preman-preman pasar kelas terasi
Yang Entah berantah kemana nasibnya akan
berlabuh
Biarkanlah lah lah lah
Banyak pulau terpojok disudut gelap negri
Dan terculik pasrah diPelukan Negri orang
Dan Indonesia hanya ditinggalkan jejak
teriakan galau
“ Wadau gawat pulau saya dicaplok lagi”
Biarkan lah lah lah lah
Biarkan saja Semua berlalu,,,
Kan?
Untuk kau yang punya hati beku,
sebeku es kutub yang tersimpan dikulkas kutub
utara
Biarlah Siapakah yang benar-benar peduli?
Dengan Nasib Bangsa yang terus saja meraung
Memohon kesejahteraan, keadilan, dan kedamaian
Tertancap kokoh diNegri dan pulau ini
Cungkan, siapa yang benar-benar peduli pada
nasib negri!
Tidak juga kau, bahkan aku, kan?
Cungkan,!!
Duhai hamba Tuhan yang diberi anugrah hati,
berhati emas 24000 karat.
Dimana engkau benar-benar dipercaya Allah
untuk menjaga Bumi Allah ini.
Dimana aksimu hingga tega membiarkan Indonesia
dan pulau kita terpuruk.
Negri kita terlalu kacau
Untuk Presiden yang berdiri tegak menyapu
problematika Negri dan pulau ini sendiri
Bahkan Pulau ini semakin galau berat
Untuk bertahan dibawah pemimpin pembohong
Yah .... Ini secuprit kisah Indonesia dan
pulau zamrudku yang penghuninya tak peduli pada nasib Negrinya sendiri.
Kita tak bisa bergerak sendiri,
Untuk menghadapi keterpurukan ini
Bersama intuisi suci yang dibiarkan
merekah tanpa penghalang....
kita berjuang.
Duhai Anak Bangsa






Tidak ada komentar:
Posting Komentar